Setiap hari saya bertemu tukang sapu yang sama. Kadang sesekali dia membawa anaknya yang masih berusia 4 tahun. Saya menyapanya setiap hari, dimulai dengan sekedar senyum, mengucap salam, hingga tadi sempat menanyakan anaknya. Saya memperhatikannya menyapu melalui pintu poliklinik yang terbuka.
Orang sederhana. Orang-orang sederhana yang melakukan pekerjaan besar. Menyaksikannya larut dalam rutinitasnya membuat saya malu memandang diri terlalu besar.
Kita bukan siapa2 tanpa manusia lain.
Terkadang kesombonganlah yang membuatku haus akan pengetahuan, dan pengetahuan bagaikan nektar yang memabukkan makin melambungkan egoku. Tatkala pengetahuan itu lenyap yang ada hanyalah orang yang sama.
Orang yang sedang menyapu agar pasien melewati koridor RS dengan nyaman dan orang yang sedang duduk di poliklinik untuk membantu pasien menghadapi penyakitnya, adalah orang yang sama.
Keduanya merupakan ciptaan yang mulia dari materi yang sama dan oleh Sumber yang sama, yang terpisah hanya oleh setapak yang berbeda.
Apakah ujungnya kan sama?
Orang sederhana. Orang-orang sederhana yang melakukan pekerjaan besar. Menyaksikannya larut dalam rutinitasnya membuat saya malu memandang diri terlalu besar.
Kita bukan siapa2 tanpa manusia lain.
Terkadang kesombonganlah yang membuatku haus akan pengetahuan, dan pengetahuan bagaikan nektar yang memabukkan makin melambungkan egoku. Tatkala pengetahuan itu lenyap yang ada hanyalah orang yang sama.
Orang yang sedang menyapu agar pasien melewati koridor RS dengan nyaman dan orang yang sedang duduk di poliklinik untuk membantu pasien menghadapi penyakitnya, adalah orang yang sama.
Keduanya merupakan ciptaan yang mulia dari materi yang sama dan oleh Sumber yang sama, yang terpisah hanya oleh setapak yang berbeda.
Apakah ujungnya kan sama?

No comments:
Post a Comment