1 Korintus 12:4, 7-11 (TB) "Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya."
Karunia Roh tidak sama dengan bakat. Dalam melakukan pelayanan di gereja, seringkali kita mengajak orang untuk melayani Tuhan dengan menggunakan bakat2nya dengan menggunakan referensi dari ayat2 ini. Padahal bagian ini jelas menceritakan jenis2 karunia Roh.
Apa bedanya?
1. Karunia Roh diperoleh nanti pada saat seseorang telah menerima Kuasa, yaitu telah menerima baptisan Roh Kudus. (Kisah Para Rasul 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.). Sementara bakat alamiah telah dimiliki sejak lahir.
2. Karunia Roh digunakan untuk kepentingan bersama dalam hidup berjemaat. Bakat digunakan untuk kepentingan pribadi dalam kehidupan sehari2, namun bakat yang diserahkan kepada Tuhan untuk kepentingan pelayananNya merupakan perwujudan dari persembahan diri sebagai persembahan yang hidup. (Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.)
3. Karunia Roh bersifat ilahi, bakat adalah hal yang manusiawi. Karena bersifat ilahi, maka sejak mula karunia itu telah sempurna naturnya, sementara bakat perlu diasah karena Tuhan memberi kita bakat dalam bentuk dasar.
Apakah kita sudah mengenali bakat dan karunia masing2?
(IR, 210516) -- In honouring The Spirit
Karunia Roh tidak sama dengan bakat. Dalam melakukan pelayanan di gereja, seringkali kita mengajak orang untuk melayani Tuhan dengan menggunakan bakat2nya dengan menggunakan referensi dari ayat2 ini. Padahal bagian ini jelas menceritakan jenis2 karunia Roh.
Apa bedanya?
1. Karunia Roh diperoleh nanti pada saat seseorang telah menerima Kuasa, yaitu telah menerima baptisan Roh Kudus. (Kisah Para Rasul 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.). Sementara bakat alamiah telah dimiliki sejak lahir.
2. Karunia Roh digunakan untuk kepentingan bersama dalam hidup berjemaat. Bakat digunakan untuk kepentingan pribadi dalam kehidupan sehari2, namun bakat yang diserahkan kepada Tuhan untuk kepentingan pelayananNya merupakan perwujudan dari persembahan diri sebagai persembahan yang hidup. (Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.)
3. Karunia Roh bersifat ilahi, bakat adalah hal yang manusiawi. Karena bersifat ilahi, maka sejak mula karunia itu telah sempurna naturnya, sementara bakat perlu diasah karena Tuhan memberi kita bakat dalam bentuk dasar.
Apakah kita sudah mengenali bakat dan karunia masing2?
(IR, 210516) -- In honouring The Spirit
