Manusia senang menciptakan ideal image mengenai dirinya dan cenderung hidup dalam ilusi tersebut. Namun dalam kacamata sempurna tentang dirinya yang ia bangun, seseorang cenderung mempersepsikan orang lain dan dunia di sekitarnya melalui standar ilusif itu. Akibatnya kita secara nirsadar mengkotak-kotakkan orang lain menurut standar tersebut. Ego boundaries memang mampu melindungi kita dari cidera ego, tetapi ketika batasan itu kehilangan sifatnya yang semi permeabel, rigiditas ego akan merusak tatanan dalam relasi objek dan pada akhirnya merusak diri kita sendiri.
Seyogyanyalah ego boundaries kita bersifat semi permeabel, untuk mengizinkan beberapa materi id lolos demi mempertahankan integritas diri yang alamiah, tentu saja di bawah pengawasan superego yang matur.
Keinginan akan suatu kesempurnaan hendaknya diletakkan pada kerinduan pada Sang Sempurna, karena dengan mendapat perkenananNyalah kita beroleh Mata Air Hikmat yang mampu menyempurnakan kita dalam ketidaksempurnaan kita. Ego ideal yang diletakkan dalam kesadaran tersebut akan mampu menghalau frustasi maupun konflik apapun yang menyerang ego. Izinkanlah diri kita untuk merasa inferior, terutamanya di bawah Tangan Tuhan Yang Kuat.
Think broadly, do humbly, feel grateful for His infinite providence.
Happy Sunday
#learntobehumble
Seyogyanyalah ego boundaries kita bersifat semi permeabel, untuk mengizinkan beberapa materi id lolos demi mempertahankan integritas diri yang alamiah, tentu saja di bawah pengawasan superego yang matur.
Keinginan akan suatu kesempurnaan hendaknya diletakkan pada kerinduan pada Sang Sempurna, karena dengan mendapat perkenananNyalah kita beroleh Mata Air Hikmat yang mampu menyempurnakan kita dalam ketidaksempurnaan kita. Ego ideal yang diletakkan dalam kesadaran tersebut akan mampu menghalau frustasi maupun konflik apapun yang menyerang ego. Izinkanlah diri kita untuk merasa inferior, terutamanya di bawah Tangan Tuhan Yang Kuat.
Think broadly, do humbly, feel grateful for His infinite providence.
Happy Sunday
#learntobehumble
