Monday, October 29, 2007

MENGETAHUI KEHENDAK ALLAH

Kehendak Bebas
Manusia diciptakan Allah dengan memiliki kehendak bebas. Kehendak adalah urgensi atau keinginan yang mendorong kita melakukan sesuatu. Dengan tambahan kata 'bebas' di balakang kata 'kehendak', menandakan adanya beberapa opsi yang harus dipertimbangkan sebelum kita menjatuhkan pilihan aktivitas. Dengan kehendak bebas, kita diluaskan untuk menjatuhkan pilihan pada setiap persimpangan jalan. Namun inilah titik dimana sering muncul masalah bagi setiap pengikut Kristus.
Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa memang masih memiliki kehendak bebasnya, namun tidak memiliki kemerdekaan. Ia masih memiliki banyak opsi, mampu membuat pertimbangan, dan menjatuhkan pilihan. Namun manusia yang belum dimerdekakan Kristus akan selalu terbelenggu dengan keinginannya untuk memuaskan dirinya sendiri, seberapa pun baiknya pilihannya itu. Contohnya saja, seorang penganut agama tertentu yang saleh, memilih untuk hidup suci dan berbuat baik kepada sesama, mengapa? Ujung-ujungnya ternyata untuk mencapai nirwana, masuk surga, dan hidup nikmat. Bukankah itu pun adalah upaya pemuasan diri? Kehendak manusia yang telah jatuh ke dalam dosa adalah kehendak untuk menyenangkan diri sendiri.
Para pengikut Kristus yang sejati adalah orang-orang yang selalu berupaya mencari kehendak Allah. R. C. Sproul dalam pengantar bukunya Kebenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen berkata "Setiap orang Kristen adalah seorang teolog. Kita selalu terlibat di dalam aktivitas mempelajari sesuatu tentang Allah. ... Bagaimana saya dapat mencintai Allah atau Yesus yang saya tidak ketahui sama sekali? Tentu saja semakin saya mengerti karakter Allah, maka kapasitas saya untuk mengasihi Dia semakin besar." Mengenal Allah yang sejati sungguh adalah cita-cita kita yang terluhur, yang sukar namun tidak mustahil kita lakukan.

Persimpangan
Waktu saya masih kuliah, salah satu jurus pamungkas yang paling sering saya gunakan saat ujian dengan soal-soal objektif adalah 'spekol'. Kata 'spekol' diambil dari kata keren 'spekulasi', yang adalah tindakan pengambilan keputusan secara acak ketika setiap opsi tampaknya memberi bobot yang sama dari segi untung ruginya. Sama halnya dengan ketika saya berkendara di daerah yang masih baru dan belum saya kenal dan saya bersua dengan persimpangan. Saya harus 'spekol' dan menetapkan pilihan.
Hidup ini penuh dengan persimpangan. Mau tidak mau, murid Kristus maupun bukan murid Kristus, kita tetap harus menjatuhkan pilihan. Bahkan diam dan tidak melangkah maju pun adalah sebuah pilihan. Persimpangan jalan yang ditemui saat berkendara mungkin adalah hal yang mudah untuk dikoreksi bila dengan jurus 'spekol' kita ternyata menemui jalan buntu, kita bisa berbalik ke titik awal persimpangan. Namun persimpangan jalan kehidupan merupakan hal yang sama sekali lain. Pilihan hanya bisa dijatuhkan sekali, dan tidak ada apapun atau siapapun yang mampu mengubah atau menghentikan konsekuensi dari pilihan yang telah kita buat. Pada saat berhadapan dengan pasien, sebagai dokter kadangkala waktu hanya sempit bagi kita untuk dengan segera menjatuhkan pilihan tindakan yang akan dilakukan kepada pasien tersebut, dan kadangkala pilihan-pilihan tersebut bukan hal yang mudah bahkan dapat melibatkan nyawa ataupun kehidupan sosial dari pasien itu sendiri. Sekali kita memilih, pilihan itu harus kita jalani sampai kita bersua dengan persimpangan yang lain lagi.
Syukur kepada Tuhan, karena sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, perjalanan kita bukannya tanpa arah tujuan. Kita tahu pasti tujuan hidup kita adalah untuk memuliakan nama Tuhan. Namun, misalnya dalam menentukan pilihan tawaran pekerjaan, bagaimana caranya kita tahu bahwa kita sedang berjalan ke arah yang benar? Apakah akan PTT? Dan bila ya, di daerah mana? Ataukah membuka klinik pribadi, ataukah memasukkan aplikasi sebagai dosen? Mana yang terbaik? Bagaimana caranya kita tahu bahwa kita telah memilih jalan yang Tuhan kehendaki untuk kita ambil? Bagaimana kita tahu yang mana yang benar-benar kehendak Tuhan dan yang mana kehendak manusia?

Penyataan Diri Allah
Saya teringat pelajaran Agama Kristen yang saya dapat di SMU, bahwa Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia melalui wahyu umum dan wahyu khusus. Wahyu umum adalah penyataan diri Allah kepada seluruh umat manusia, tak terkecuali, lewat karya penciptaan-Nya, termasuk hati nurani manusia itu sendiri. Wahyu khusus adalah penyataan diri Allah lewat Yesus Kristus, Firman yang telah menjadi daging dan tinggal di antara manusia, lewat wahyu Roh Kudus, lewat Alkitab, kepada orang-orang yang telah dipilih-Nya untuk mengenalnya lebih dalam. Bukankah Allah kita luar biasa? Ia, Sang Pencipta, mau menyatakan dirinya dengan cara yang sesederhana mungkin, agar kita, ciptaan yang terbatas ini, dapat memahami Dia sejauh mana Ia mau menyatakan diri-Nya kepada kita, bukan lain dan tidak bukan adalah agar supaya kita dapat melakukan bagian kita untuk berupaya mengetahui kehendak Allah dalam kehidupan kita.
Segala sesuatu yang ada di alam ini, di sekitar kita, menyerukan kemahakuasaan Allah. Dan lewat Kristus, lewat Firman Tuhan, dan tuntunan Roh Kudus, Allah telah memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk dapat memahami-Nya semaksimal mungkin, sejauh mana Ia ingin untuk kita kenal. 2 Petrus 1:3 berkata "Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib."
Segala 'perlengkapan' yang kita butuhkan telah ada untuk mengenal dia, yang bila didaftar secara umum adalah:
1. Alkitab Firman Tuhan
Riwayat, sejarah, deskripsi, hukum, perintah, dan berbagai kisah yang ditulis dengan wahyu Roh Kudus, rangkuman sempurna akan eksistensi Allah
2. Yesus Kristus
Sebagai perwujudan sempurna segala sifat Allah dalam rupa daging, bukti nyata kemahaadilan dan maha kasih-Nya Allah
3. Hati nurani
Agar kita bisa membuat pertimbangan baik dan buruk, mana hal jahat dan mana yang ilahi
4. Roh Kudus
Penolong, Penghibur, dan Sang Penerjemah Agung yang menaburkan rheuma lewat setiap firman yang kita baca dalam Alkitab.
5. Alam ciptaan
Bukti kemahakuasaan Tuhan. Berisi segala dunia beserta makhluk yang tinggal di dalamnya, termasuk orang-orang yang tinggal di sekitar kita, antara lain keluarga, lingkungan sosial, dan sebagainya. Hal-hal ini sangat berpengaruh pula dalam pertimbangan kita ketika hendak menentukan pilihan.
Kalau demikian, tinggal bagaimanakah kita memaksimalkan 'peralatan-peralatan' yang kita miliki ini untuk makin mengenal Tuhan lebih lagi, dan mengetahui kehendak-Nya bagi kita.

Menjatuhkan Pilihan
Area abu-abu adalah daerah yang sukar ditentukan pengklasifikasiannya. Ketika kita diperhadapkan kepada pilihan tentang baik atau buruk, mungkin kita mudah mengkotak-kotakannya. Tetapi bagaimana bila kita bertemu dengan kasus "Robin Hood", sang 'pencuri dermawan'? Bagaimana kita menentukan sikap? Dalam pilihan kehidupan, bila kita tiba pada persimpangan: menikah dengan pria yang kita cintai namun bersedia hidup sederhana ataukah tetap melajang dan memiliki kesempatan besar dalam karir yang gemilang, bagaimanakah kita memilih? Pilihan mana yang berkenan kepada Tuhan?
Kita tidak bisa melarikan diri dari pilihan. Mendapat karunia kehendak bebas juga mendapatkan paket pilihan-pilihan yang sering sukar untuk dijatuhkan. Apakah kita akan menggunakan jurus pamungkas 'spekol'? Allah memberi kita akal budi, dan kemampuan untuk mempertimbangkan satu hal dari berbagai aspek. Sungguh sayang apabila hidup ini kita sia-siakan dengan berspekulasi, hanya karena kita malas untuk mencari kehendak Tuhan, padahal 'alat-alat' telah tersedia bagi kita.
Bagaimana mengetahui kehendak Allah? Jawabnya, gunakanlah 'alat-alat' yang ada! Caranya?
1. Baca dan renungkan Firman Tuhan setiap waktu. Disinilah tertulis dengan jelas deskripsi Allah, baik dalam penyataannya melalui nabi-nabi perjanjian lama, maupun secara langsung dalam diri Yesus Kristus, baik secara implisit dalam simbol-simbol dan gambaran personifikasi Tuhan, maupun secara eksplisit dari firman yang langsung diucapkan Yesus.
2. Roh Kudus selalu siap sedia mengajarkan kepada kita lewat pertimbangan hati nurani kita yang telah dimurnikan, hal-hal yang tidak secara eksplisit tertulis dalam firman, apabila kita berdoa, memohon hikmat dariNya, dan menajamkan kepekaan rohani kita akan sifat-sifat Allah, agar kita mampu mempertimbangkan segala aspek yang berkaitan dengan pengambilan keputusan kita dari kacamata Allah.
3. Renungkan alam ciptaan Tuhan yang tak pernah meleset dalam rancanganNya. Setiap sel terhubung dengan sel yang tepat. Setiap benda langit memiliki orbit yang tetap. Setiap fenomena alam terjadi atas algoritma sebab-akibat yang pasti. Setiap pasangan punya kelebihan dan kekurangan untuk saling melengkapi. Apa lagi artinya kalau bukan bahwa Tuhan, Allah kita, adalah Allah yang telah merancangkan segala sesuatu dengan tepat dan tidak ada sesuatupun yang luput ataupun meleset dari apa yang telah ia tetapkan sebelumnya.
Begitu pula dengan hidup kita. Bila kita menaruh hidup kita dalam tanganNya, maka sepatutnyalah kita beriman bahwa setiap keputusan yang kita buat dengan pertimbangan-pertimbangan matang lewat firman dan doa, tidak akan membawa kecelakaan bagi kita. Betapapun mungkin dalam menjalani pilihan kita, kita kemudian merasa bahwa kita telah menetapkan pilihan yang salah karena sulitnya jalan yang harus ditempuh, pilihan itu sesungguhnya tidaklah salah, karena ada maksud Tuhan dibalik segala konsekuensi pilihan kita tersebut. Sebab janji Tuhan adalah pasti: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28)
Bukanlah suatu kebetulan apabila kita menjadi pengikut Kristus, semua telah ada dalam rencana-Nya. Dan sepasti janji Tuhan bagi kita, maka rencana-Nya juga adalah hal yang pasti bagi kita. Yeremia 29:11 berkata "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
Satu hal yang dinyatakanNya sendiri mengenai kehendakNya bagi hidup kita adalah "...yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal (Yohanes 4:60); Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3)." Janganlah takut menentukan pilihan. Baca dan renungkan firman Tuhan, berdoa, pertimbangkan setiap aspek, buatlah keputusan, dan teguhkan imanmu terhadap janji Tuhan untuk masa depan yang penuh harapan. Bila pilihanmu pada akhirnya membawamu makin mengenal Allah dan makin mengasihi-Nya, bagaimanapun pahit dan sukarnya jalan yang harus kau tempuh, maka bergembiralah, karena engkau sedang melakukan kehendak Allah dan telah menjatuhkan pilihan yang tepat.


All glory be uto HIM, the Lord God Almighty, my Shepherd and Mighty Fortress.

Saturday, October 20, 2007

Siapa yang memegang otoritas atasku?

Tuhan adalah Tuhan
Ia pemilik semesta
namun siapa yang dipilihNya
untuk layak memilikiNya?
Aku mengaku punya Tuhan
--Pribadi yang punya otoritas
namun
apakah sungguh Ia mengendalikan hidupku?
Sudahkan kuserahkan seluruh tali kekangku padaNya
atau masihkah kujual setengahnya
pada yang durjana?

Tuesday, October 9, 2007

Credo



I belong to Jesus Christ, my Lord, my Saviour, my Friend, my Father, my Strength.
Everything that happens in my life are all because of and for the glory of His Name. Jesus is the Reason and the Purpose of my life. I believe in the Trinity of God, in His Church, in His Word.
I love Jesus, as well as fear Him and serve Him.
I have been reborned, and shall spend eternity in Heaven with Christ my Lord.
AMEN