Tuesday, October 25, 2016

Merespon Jawaban Doa

Kita sering berdoa kepada Tuhan meminta Dia membuka jalan bagi sesuatu yang kita inginkan. Tapi ketika Tuhan akhirnya menjawab doa kita, seringkali kita tidak siap untuk menanggapinya dengan tindakan, apakah karena kurangnya keterampilan atau bahkan yang lebih buruk, karena kemalasan kita memupuk khayalan semu bahwa Allah selalu menjawab doa-doa secara instan dengan suatu keajaiban mujizat sehingga gagal untuk mengenali bahwa jawaban doa kita telah dibentangkanNya tepat di depan mata kita untuk kita meraihnya.

Sering kita berdoa untuk kesuksesan, namun mengabaikan ketika peluang itu datang atau kita tidak mampu melakukan tantangan dari peluang untuk sukses semata-mata karena kita malas memotivasi dan mengasah ketrampilan diri.

Kita berdoa untuk pemulihan kesehatan, namun menyerah pada tantangan mengubah pola hidup dan mengabaikan bantuan profesional medis yang Tuhan kirimkan untuk membantu kita.

Kita berdoa untuk dipakai Tuhan membawa jiwa-jiwa, namun tidak sanggup mempertanggungjawabkan iman di depan orang yang menuntut jawab dan haus akan kebenaran, bahkan melemparkan tanggungjawab pekabaran injil pada Tuhan yang tidak membuat perkara ajaib untuk mempermudah kesaksian kita.

Kita berdoa bagi keselamatan bangsa dan negara kita namun bersikap tertutup bahkan bermusuhan dengan mereka yang menuntut kesaksian iman kita dalam hidup bernegara terutama saat kita diberi Tuhan kesempatan untuk menunjukkannya di tengah-tengah kekacauan politik dan ketidakstabilan sosial, kita menolak menjadi injil yang terbuka dan dengan bebal menunggu Allah turun tangan langsung menjaga kedamaian bangsa kita.

Syafaat dan doa-doa kita sedang dijawab olehNya, adakah kita menyadarinya? Mampukah kita meresponinya?

IR, 26102016