Fakta bahwa Kristus menjadi manusia dengan lahir ke dunia sebagai seorang bayi laki-laki tidak pernah mengusik pikiranku selama ini. Kisah itu, mungkin karena saking seringnya dikisahkan berulang kali, terasa biasa dan kehilangan keagungannya. Sampai suatu waktu, tiba satu episode baru dalam kehidupanku, aku menjadi ibu dari seorang bayi!Begitu bayiku lahir, ia menangis begitu keras. Bidan mendekatkannya padaku dan ia belajar menyusu melalui nalurinya. Ia tampak begitu mungil, tak berdaya. Bagaimanakah Bayi Kristus belajar menyusui? Bagaimana mungkin TUHAN yang menciptakan payudara, harus menggantungkan hidupNya, perkembangan otak dan giziNya, pada susu yang dihasilkan payudara seorang Maria?
Ketika aku melalui sleepless nights, periode tidur tidak teratur karena menyusui dan mengganti popok, aku mengingat Maria yang harus mengganti popok Bayi Yesus, yang meski adalah TUHAN, tentu saja belum mampu mengganti popokNya sendiri!! Dan Yesus yang mungil harus menggunakan bahasa bayi untuk berkomunikasi, yaitu menangis, setiap merasa lapar, atau mulas, atau tidak nyaman, atau bahkan sakit. Ketika bayiku menatap wajahku, tersenyum dan tertawa, aku merasakan gelombang kebahagiaan menerpa diriku. Apakah yang dipikirkan bayi Kristus ketika digendong dan ditatap bundanya? Sukar untuk membayangkan Tuhan, Pemilik Semesta, menjadi suatu makhluk yang sungguh tidak berdaya dalam tanggung jawab ayah bundanya.
Merenungkan ini membuatku terhenyak dan tersadar akan betapa pentingnya peran orangtua. Kita takkan pernah tahu masa depan anak kita. Mungkinkah ia akan menjadi superhero yang menyelamatkan dunia? Maka itu tak mungkin terjadi bila kita tidak membesarkannya dengan baik. Yesus sendiri telah merasakan pendidikan dan asuhan dari orangtua, dan ia telah merasakan bagaimana menjadi seorang bayi. Maka di saat-saat tersukar dalam kehidupanku sebagai seorang ibu, aku beroleh kuat karena Yesus tahu pergumulanku, dan Ia pula tahu apa yang dirasakan anakku.
Yes! My Saviour was a Baby! And I'm glad that He was.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comment:
hai ka irene and ka enda, congratulation yach udah punya baby boy... duh so satu pasang dang ini, so pas, sesuai dengan program pemerintah and.... so boleh steril, hahahahahaha...jk
Post a Comment