Saturday, August 13, 2016

Hikmat Atas Kelimpahan

Matius 14:16 (TB) Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Yesus memahami, menjamin, dan menyediakan segala kebutuhan, rohani maupun fisik. Dialah Sumber segala sesuatu, bersama dia kita tak butuh yang lain, karena pasti akan Dia cukupkan. Kita, sebagai pelayan Tuhan dan pengikut Kristus, sepantasnya mencontoh Kristus dalam hal memperhatikan setiap aspek kebutuhan orang yang kita layani.

Matius 14:17-18 (TB) Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."

Dengan sumber daya yang ada, walaupun sedikit, tapi jika dibawa kepada Kristus, maka akan cukup, bahkan berlimpah!!
Tuhan mampu melipatgandakan apa yang kita miliki, jika digunakan sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk digunakan dalam pekerjaan Tuhan, memuliakan Tuhan melalui melayani sesama.
Jika kita melakukan pekerjaan Tuhan, apakah kita akan membatasi Dia dengan ukuran manusia yang ada pada kita? Tidak mungkin. Pekerjaan Tuhan akan terlaksana dengan ukuran dan sumber daya Tuhan, maka sekecil apapun yang ada pada kita maka itu akan memberi dampak karena Tuhan bekerja atasnya dan di dalamnya untuk mencapai tujuanNya.

Matius 14:19 (TB) Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.

Kristus memberi contoh bagi kita bagaimana menyerahkan apa yang kita miliki dalam doa kepada Tuhan.
Sebelum Yesus memakai makanan yang Dia miliki saat itu untuk melayani/melakukan pekerjaan Tuhan, Ia berdoa, baru kemudian memecah-mecahkannya! Maka sebelum kita memakai uang yang kita miliki, hendaknyalah kita berdoa mengucap syukur dan menyerahkannya kepada Tuhan, sebelum membagi2nya sesuai dengan alokasi kebutuhan penghidupan sehari2 dalam perjalanan hidup kita melayani Tuhan.

Bapa kita di Sorga adalah Pemilik Semesta yang Maha Kaya, namun Maha Murah. Ia sanggup memberi dengan segala kelimpahan. Yesus terus menerus memberi dengan limpah segala kebaikanNya, namun Ia hidup dalam kesederhanaan. Kekayaan identik dengan keegoisan, karena dalam kelimpahannya seorang kaya menutup saluran berkat Tuhan yang semestinya disebarkan kepada orang banyak.
Kiranya Tuhan memberi kita ketulusan dan kemurahan hati untuk senantiasa menjadi saluran berkatNya, serta iman yang teguh atas penggenapan janji pemeliharaanNya, agar kita dapat menjadi cermin Kristus yang sederhana dalam segala kemuliaanNya.

Saturday, May 28, 2016

Karunia? Bakat?

1 Korintus 12:4, 7-11 (TB) "Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya."

Karunia Roh tidak sama dengan bakat. Dalam melakukan pelayanan di gereja, seringkali kita mengajak orang untuk melayani Tuhan dengan menggunakan bakat2nya dengan menggunakan referensi dari ayat2 ini. Padahal bagian ini jelas menceritakan jenis2 karunia Roh.
Apa bedanya?
1. Karunia Roh diperoleh nanti pada saat seseorang telah menerima Kuasa, yaitu telah menerima baptisan Roh Kudus. (Kisah Para Rasul 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.). Sementara bakat alamiah telah dimiliki sejak lahir.
2. Karunia Roh digunakan untuk kepentingan bersama dalam hidup berjemaat. Bakat digunakan untuk kepentingan pribadi dalam kehidupan sehari2, namun bakat yang diserahkan kepada Tuhan untuk kepentingan pelayananNya merupakan perwujudan dari persembahan diri sebagai persembahan yang hidup. (Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.)
3. Karunia Roh bersifat ilahi, bakat adalah hal yang manusiawi. Karena bersifat ilahi, maka sejak mula karunia itu telah sempurna naturnya, sementara bakat perlu diasah karena Tuhan memberi kita bakat dalam bentuk dasar.

Apakah kita sudah mengenali bakat dan karunia masing2?

(IR, 210516) -- In honouring The Spirit

Friday, April 8, 2016

Hanya Untuk Yang Terbaik

Tuhan melihat kekosongan di bumi
Mencipta ada dari tiada
Hanya untuk yang terbaik

Tuhan melihat segala ciptaanNya
Mewujud Hawa dari Adam
Hanya untuk yang terbaik

Tuhan menyembelih binatang
Menutup ketelanjangan dosa manusia
Hanya untuk yang terbaik

Tuhan mengizinkan derita dan penindasan dan dera
Menimpa umatNya
Hanya untuk yang terbaik

Tuhan menanti genap masanya
Untuk menyatakan DiriNya adalah Domba Allah
Hanya untuk yang terbaik

Dari embun lenyap dahaga
Dari api emas murni mengibas jelaga
Dari tanah yang mengubur menyeruak bunga
Hanya untuk yang terbaik

Kemana kita menuju
Kalau bukan untuk yang terbaik
Karena awal dari mula
Adalah sungguh yang paling baik
Dialah Alfa dan Omega
Yang mula dan yang penghujung
Semata-mata karena kita dicipta oleh yang terbaik
Maka untuk yang terbaiklah kita menuju

Kebaikan kita yang paling baik
Takkan mencapai kesempurnaan kebaikanNya
Hanya oleh kebaikanNya yang sempurnalah
Kita bisa mengambil bagian dalam rancanganNya yang baik

Engkau baik! Sungguh baik!
Dalam api dalam badai dalam sunyi dalam gelora
Dalam persada dalam samudra dalam angkasa
Tuhan baik dalam rencanaNya
Untuk yang terbaik
Kekal dalam sempurna
BersamaNya