Matius 14:16 (TB) Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Yesus memahami, menjamin, dan menyediakan segala kebutuhan, rohani maupun fisik. Dialah Sumber segala sesuatu, bersama dia kita tak butuh yang lain, karena pasti akan Dia cukupkan. Kita, sebagai pelayan Tuhan dan pengikut Kristus, sepantasnya mencontoh Kristus dalam hal memperhatikan setiap aspek kebutuhan orang yang kita layani.
Matius 14:17-18 (TB) Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
Dengan sumber daya yang ada, walaupun sedikit, tapi jika dibawa kepada Kristus, maka akan cukup, bahkan berlimpah!!
Tuhan mampu melipatgandakan apa yang kita miliki, jika digunakan sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk digunakan dalam pekerjaan Tuhan, memuliakan Tuhan melalui melayani sesama.
Jika kita melakukan pekerjaan Tuhan, apakah kita akan membatasi Dia dengan ukuran manusia yang ada pada kita? Tidak mungkin. Pekerjaan Tuhan akan terlaksana dengan ukuran dan sumber daya Tuhan, maka sekecil apapun yang ada pada kita maka itu akan memberi dampak karena Tuhan bekerja atasnya dan di dalamnya untuk mencapai tujuanNya.
Matius 14:19 (TB) Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
Kristus memberi contoh bagi kita bagaimana menyerahkan apa yang kita miliki dalam doa kepada Tuhan.
Sebelum Yesus memakai makanan yang Dia miliki saat itu untuk melayani/melakukan pekerjaan Tuhan, Ia berdoa, baru kemudian memecah-mecahkannya! Maka sebelum kita memakai uang yang kita miliki, hendaknyalah kita berdoa mengucap syukur dan menyerahkannya kepada Tuhan, sebelum membagi2nya sesuai dengan alokasi kebutuhan penghidupan sehari2 dalam perjalanan hidup kita melayani Tuhan.
Bapa kita di Sorga adalah Pemilik Semesta yang Maha Kaya, namun Maha Murah. Ia sanggup memberi dengan segala kelimpahan. Yesus terus menerus memberi dengan limpah segala kebaikanNya, namun Ia hidup dalam kesederhanaan. Kekayaan identik dengan keegoisan, karena dalam kelimpahannya seorang kaya menutup saluran berkat Tuhan yang semestinya disebarkan kepada orang banyak.
Kiranya Tuhan memberi kita ketulusan dan kemurahan hati untuk senantiasa menjadi saluran berkatNya, serta iman yang teguh atas penggenapan janji pemeliharaanNya, agar kita dapat menjadi cermin Kristus yang sederhana dalam segala kemuliaanNya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Yesus memahami, menjamin, dan menyediakan segala kebutuhan, rohani maupun fisik. Dialah Sumber segala sesuatu, bersama dia kita tak butuh yang lain, karena pasti akan Dia cukupkan. Kita, sebagai pelayan Tuhan dan pengikut Kristus, sepantasnya mencontoh Kristus dalam hal memperhatikan setiap aspek kebutuhan orang yang kita layani.
Matius 14:17-18 (TB) Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
Dengan sumber daya yang ada, walaupun sedikit, tapi jika dibawa kepada Kristus, maka akan cukup, bahkan berlimpah!!
Tuhan mampu melipatgandakan apa yang kita miliki, jika digunakan sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk digunakan dalam pekerjaan Tuhan, memuliakan Tuhan melalui melayani sesama.
Jika kita melakukan pekerjaan Tuhan, apakah kita akan membatasi Dia dengan ukuran manusia yang ada pada kita? Tidak mungkin. Pekerjaan Tuhan akan terlaksana dengan ukuran dan sumber daya Tuhan, maka sekecil apapun yang ada pada kita maka itu akan memberi dampak karena Tuhan bekerja atasnya dan di dalamnya untuk mencapai tujuanNya.
Matius 14:19 (TB) Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
Kristus memberi contoh bagi kita bagaimana menyerahkan apa yang kita miliki dalam doa kepada Tuhan.
Sebelum Yesus memakai makanan yang Dia miliki saat itu untuk melayani/melakukan pekerjaan Tuhan, Ia berdoa, baru kemudian memecah-mecahkannya! Maka sebelum kita memakai uang yang kita miliki, hendaknyalah kita berdoa mengucap syukur dan menyerahkannya kepada Tuhan, sebelum membagi2nya sesuai dengan alokasi kebutuhan penghidupan sehari2 dalam perjalanan hidup kita melayani Tuhan.
Bapa kita di Sorga adalah Pemilik Semesta yang Maha Kaya, namun Maha Murah. Ia sanggup memberi dengan segala kelimpahan. Yesus terus menerus memberi dengan limpah segala kebaikanNya, namun Ia hidup dalam kesederhanaan. Kekayaan identik dengan keegoisan, karena dalam kelimpahannya seorang kaya menutup saluran berkat Tuhan yang semestinya disebarkan kepada orang banyak.
Kiranya Tuhan memberi kita ketulusan dan kemurahan hati untuk senantiasa menjadi saluran berkatNya, serta iman yang teguh atas penggenapan janji pemeliharaanNya, agar kita dapat menjadi cermin Kristus yang sederhana dalam segala kemuliaanNya.

No comments:
Post a Comment