Mengabarkan Injil berarti menempatkan diri kita sebagai SAKSI. Seorang saksi adalah orang yang dipercaya memiliki informasi yang benar untuk membuktikan suatu fakta. Bersaksi tentang Kabar Baik berarti kita HARUS sudah mengalami Anugerah yang dikabarkan melalui Injil tersebut, agar orang yang mendengar kesaksian kita yakin akan kebenaran dalam berita kemenangan Kristus.
Memahami ini mestinya membuat kita tidak lagi bingung dengan metode pekabaran injil, karena memberitakan Kabar Baik sesungguhnya adalah seperti menceritakan apa adanya realita keseharian kita bersama Kristus Yang Hidup, sama halnya seperti kita menceritakan keseharian kita dengan keluarga dan pekerjaan kepada teman dan pengikut media sosial kita. Sejauh mana Kristus telah mengubah dan memelihara iman kita, sejauh itulah kesaksian kita kepada orang lain akan dipakai Roh Kudus untuk menanam benih iman di dalam hatinya. Bagian kita bukan untuk menceritakan hal yang di luar pemahaman dan pengalaman kita, tetapi menyaksikan karya unik Allah dalam hidup pribadi kita, karena ketulusan dan kejujuranlah yang akan membuka kunci hati mereka yang terluka dan membutuhkan anugerah.
Persoalannya, apakah kita memberi kesaksian yang benar untuk kemuliaan Allah, ataukah kesaksian yang tidak berdasar yang dibangun atas pemikiran dan ego pribadi?
Markus 14:56 (TB) Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.
Sudahkah Anda mengalami Kristus?
Ayo, mari bersaksi dengan jujur dan rendah hati. Izinkan Roh Kudus yang bekerja dan bukan kepintaran metode kita.


No comments:
Post a Comment