Matius 4:23 "Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu." (Mat 9:35, Mrk 1:39)
Inti pelayanan Yesus :
- Berkeliling (mendatangi, sistem jemput bola)
- Mengajar (eksposisi Firman Tuhan/Taurat) dalam rumah ibadat, hal ini berarti bahwa dalam melakukan pelayananNya Yesus menghormati ritual dan budaya yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Hidup Baru, Yesus tetap sopan, menunjukkan bahwa pelayananNya tidak berniat provokatif.
- Memberitakan Injil (bersaksi tentang kabar baik keselamatan, implikasi masa kini)
- Melenyapkan segala penyakit dan kelemahan
What's that?
Penyakit = psychobiological problems
Kelemahan = psychological problems
Metode penyembuhan dilakukan dengan
mujizat. Dan dalam melakukan pelayananNya Yesus menangani permasalahan penyakit dengan pendekatan etiologis dan secara holistik.
Subyek yang mengalami mujizat dipilih berdasar pertimbangan Yesus pribadi secara eklektik atau case per case, yang pada intinya bertujuan :
- Menggenapi nubuatan (Mat 8:17)
- Apresiasi (Mat 8:10--iman perwira Kapernaum, Mat 15:28iman perempuan Kanaan/Siro-Fenesia, iman perempuan yang sakit perdarahan).
- Meneguhkan iman (Mrk 5:36, Mrk 10:51), untuk menguatkan iman ybs dan menjadikannya motivasi bagi orang lain.
- Membuat orang bertobat dengan langsung melenyapkan persoalan utamanya, apakah itu dosa (Mat 9:2) ataupun setan (Mat 8:32, Luk 8:2). Konsekuensi dosa adalah rasa bersalah yang berujung pada cemas dan depresi. Manifestasi cemas dan depresi adalah gangguan somatopsikis bahkan dalam keadaan parah menuju ke suatu ganguan psikotik. Setan adalah bentuk roh jahat. Secara medis tidak ada penjelasan mengenai hal ini, namun Yesus dengan jelas menyatakan ada oknum ini yang perlu diwaspadai dan butuh penanganan khusus.
- Membuktikan sifat keilahianNya. Dia adalah Allah Pencipta yang empunya kuasa atas tubuh manusia (Mat 14:36,15:30, Yoh 9:3) maupun terhadap setan (Mrk 1:27,34; 3:11), dosa (Luk 5:24), dan maut (Luk 7:14, Yoh 11:4,40) namun Dia juga Allah Mahakasih (Mat 9:36). Dan Dia layak terima pujian! (Mat 15:31)
Alasan-alasan ini khas untuk situasi tertentu dan spesifik orang tertentu, jadi kita tidak boleh melakukan generalisasi dan mengklaim bahwa pengalaman mereka akan terjadi semua orang percaya juga.
Ingat bahwa Yesus selalu menangani orang-orang yang datang padanya secara eklektik holistik. Pendekatan secara
evidence-based mungkin bisa dibenarkan, asalkan iman kita sejalan dengan kehendak Tuhan yang ingin dinyatakan bagi orang tersebut.
Orang-orang sakit dan lemah yang seperti apakah yang Yesus temui?
1. Buruk keadaannya (Mat 4:24)
2. Demam (Mat 8:14-15)
3. Kerasukan (Mat 4:24, Mat 8:16, 28-34, Mat 15:21-28, Luk 8:26-39), bisu krn kerasukan (Mat 9:32), buta dan bisu krn kerasukan (Mat 12:22)
4. Sakit ayan karena roh jahat (Mat 4:24, Mat 17:14-18)
5. Lumpuh (Mat 4:24, Mrk 2:11)
6. Mati sebelah tangannya (Mat 12:10,13)
7. Buta (Mat 9:27, Mrk 8:22-26, Mrk 10:51, Yoh 9:1-7)
8. Timpang (Mat 15:30-31)
9. Sakit perdarahan (Mat 9:20-22)
10. Sakit kusta (Mrk 1:40-45, Luk 5:12-16)
11. Tuli dan gagap (Mrk 7:31-37)
12. Sakit busung air (Luk 14:2)
13. Sakit selama 38 tahun (Yoh 5:5-9)
14. Pelbagai penyakit dan sengsara (Mat 4:24)
Pelayanan Yesus didasari oleh
KasihNya yang sangat besar kepada kita dan
KetaatanNya yang sempurna kepada Bapa di Sorga. Kasih dan kebenaran bagaikan dua sisi mata uang. Kasih tanpa kebenaran akan membuat kita manja dan tak tahu diri. Kebenaran tanpa kasih akan membuat kita pahit, getir, dan menutup diri.
Kasih dan ketaatanNya pada kebenaran membuat Yesus sanggup melihat apa yang sering luput dari penglihatan kita.
Yohanes 4:34-35 "Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai."
Kita melihat apa yang tampak di depan mata, namun Yesus sanggup melihat menembus segala tabir dan menelanjangi segala dusta. Dan Yesus mengajak kita untuk melihat melalui mataNya. Lihat! Begitu banyak penyakit dan kelemahan di luar sana yang butuh kemurahan dan kebesaran hati kita yang telah menerima kemurahan Allah.
See through His eyes,
compassionate as Jesus does,
and persistently do His tasks.
Doctors,
put your suits on His Altar,
and bring Him glory by giving Him
all your specialities and skills.
Amen.