Wednesday, February 5, 2014

milikMU

Bahagia
tak seindah lara yang tertahankan akibat cinta dari sesama
Bulir air mata lega
karena membuncah rasa berharga
sangat manis terasa terkecap di jiwa

Allah tak menjauhkan kita dari duka
malah diberikannya senantiasa
bahkan sesekali bencana dan petaka
Karena Dia ingin kita terus mendamba kehadiranNya
dan tak menafikan bahwa dia Sang ADA

Terima kasih ya Allah
Atas bulir-bulir air mata
Tanda aku manusia yang berharga
dalam rancanganMu yang semesta

Maha Besar Engkau
Maha Suci Engkau
Maha Kasih Engkau

Aku
Kau punya

Selamanya

Sunday, February 2, 2014

Iman Dalam Perpuluhan

Yohanes 6:9-11  "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.

Masalah perpuluhan selalu menjadi pergumulan buat saya. Namun kisah lama yang demikian seringnya kita ulang baca dan ceritakan tentang seorang anak yang merelakan bekal makan siangnya untuk Yesus pakai memberi makan lebih dari 5000 orang, ternyata hari ini mampu menohok ulu hati saya dan membuat saya malu...

Bagaimana mungkin seorang anak dalam kepolosannya dan iman yang sederhana mampu mempercayakan MAKANANnya (we're not talking about money here..! Uang memang penting, namun uang hanya sarana. Food is essential, without food we cannot live). Bahkan SELURUH bekal makan siangnya, tanpa mempertimbangkan sedikitpun risiko bahwa jika Yesus ini, Orang yang dia percayai untuk MENGELOLA makanannya demi membantu org banyak, mungkin saja tidak sanggup berbuat apa2 dengan makanan itu dan hanya akan memakannya sendiri, dan anak itu ditinggal dalam keadaan kelaparan seperti 5000 orang lainnya!
Jika anak itu sedikit saja memiliki sifat yang egois, dia pasti akan berpikir demikian. Karena toh dia pasti akan makan, salah sendiri orang2 banyak itu mengikut Yesus tanpa membawa bekal! Tapi anak itu.... MEMBERI SEMUANYA.

Betapa sering saya, dalam pemikiran manusiawi yang materialistis, mencemaskan apa yang akan saya makan jika saya memberikan sepersepuluh saja dari yang "sedikit" yang Tuhan berikan... Saya mencemaskan betapa makin sedikitnya yang tersisa dan harus saya kelola untuk kebutuhan hidup sehari2 yang pas2an saja.
Disitulah saya salah membuat konsep!
Konsep iman anak kecil itu membuka mata rohani saya yang buta oleh egoisme! Sikap hati yang benar bukanlah memberi sedikit pada Tuhan dan mengelola yang "kita punya", tapi memberikan apa yang "Dia punya" dan mempercayaiNya mengelola sisanya.
Duaratus limapuluhribu dari 2,5 juta bagi sebagian orang nilainya kecil, 700ribu dari 7 juta mungkin masih kecil pula, tapi sebagian besar orang akan merasa berat mengisi kantong perpuluhan dengan 1juta setiap bulannya karena mereka tidak memandang 9juta yang masih Tuhan percayakan untuk Dia kelola dan mencukupkan kebutuhan kita lebih dari yang kita bayangkan!

Dalam masa penuh bencana ini saya mendapat perspektif baru, adakah dengan memberikan segala yang saya punya untuk membantu saudara yang menderita Tuhan akan melipatkaligandakan apa yang saya berikan dan tetap mencukupkan kebutuhan saya pula?
Saya yakin demikian. Jika Dia sanggup melakukannya dulu hanya dengan 5 roti dan 2 ikan (segalanya yang dimiliki anak itu), maka mujizatNya pasti masih berlaku kini dengan uang yang "sedikit" yang saya miliki. Karena Dia tak berubah, dahulu, sekarang, sampai selama-lamanya.

Friday, June 7, 2013

Longing to Go Home

Mark 10:15-16  
"Verily I say unto you, Whosoever shall not receive the kingdom of God as a little child, he shall not enter therein."  And he took them up in his arms, put his hands upon them, and blessed them.

My son said something that gave me some unexplainable feelings last night before we said our prayers : "Mami, kenapa p lama kita mo masuk ke surga?". He said that in an expression only a child could make. One pure expression of someone longing to receive reward they cannot have right now. My kids heard so much stories about Jesus, they long to enter His House. My daughter even planned of asking a room only for herself, since she knew that Jesus went by saying that there are many rooms in His Father's house.
I chuckled, giggled, and pondered...
Kids just don't realize the burden of sin. Their pure intentions is based on the overwhelming fountain of joy inside their hearts. They found joy in the Good News, the "superhero" story about salvation. They purely believe in Jesus' power, and awaits for the rewards that shall come after they obey the "rules of the game".
How many of us adults that have lost it along the way? Reality brings us up in the sky and crushed us down in one single blow so many times before, and we began to question our beliefs. Where's that superhero when you need one? How come the rules of the game cannot applied to the games this worldly people's playing? We want to escape. We want to go Home, yet we're afraid we're not good enough to enter His Presence.

Give me such faith little children have, o Lord. Yet give me wisdom a grown-up in Spirit should have. Awaits for the time when You call me home, and took me in Your arm, and bless me with Your radiant smile.

Ephesians 2:18-19 
For through him we both have access by one Spirit unto the Father. Now therefore ye are no more strangers and foreigners, but fellowcitizens with the saints, and of the household of God;