Wednesday, March 27, 2019

Jaminan Keselamatan Bukan Cheap Grace

Markus 16:15-16 (TB)  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.


Yohanes 1:12-13 (TB)  

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Yohanes 3:3 (TB)  

Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

1 Yohanes 3:9 (TB)  

Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

1 Petrus 1:3-5 (TB)  

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.
Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

Roma 5:1-2 (TB)  

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Ibrani 9:27-28 (TB)  

Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.  

1 Petrus 2:1-3 (TB)  

Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.  

Roma 6:3-6 (TB)  

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. 
Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

2 Petrus 1:9-11 (TB)  

Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.
Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Efesus 1:14 (TB)  

Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

2 Korintus 7:1 (TB)  

Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah. 

Kolose 3:12, 16-17 (TB)  

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. 
Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Filipi 2:12 (TB)  

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 

1 Petrus 1:5 (TB)  

Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

Wahyu 12:10 (TB)  

Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. 

Sunday, February 10, 2019

Kaya dan Miskin

Lukas 16:19-23 (TB)  "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.  Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.  Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Seorang sahabat saya pernah bertanya, mengapa Tuhan mengizinkan penderitaan, jika Tuhan Maha Kuasa mengapa dia seperti kurang berkuasa mengatur dunia yang penuh dengan penderitaan di mana2.
Jika kita membaca perumpamaan ini dan merenungkan penderitaan Lazarus, ya, mengapa Tuhan mengizinkan Lazarus mengalami kemiskinan, sakit parah, dan kelaparan? Lebih daripada itu, Tuhan entah kenapa dalam perumpamaan ini menaruh Lazarus telantar di depan rumah orang kaya yang jahat! Orang kaya yang kaya raya, suka pamer, dan sama sekali tidak punya kebaikan hati untuk berbagi meskipun melihat penderitaan sesamanya tepat di depan matanya. Mengapa Tuhan tidak membimbing Lazarus duduk di depan rumah orang kaya yang baik hati? Atau mengapa Tuhan tidak segera saja mengakhiri penderitaan Lazarus dengan segera mengambil nyawanya? Apa Tuhan tidak mampu mengubah hati si orang kaya? Apa Tuhan tidak mampu menyembuhkan Lazarus atau segera mengakhiri penderitannya dengan kematian? Apa Tuhan tidak mampu melakukannya?

Yesaya 55:9 (TB)  Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Keterbatasan otak manusia sebagai ciptaan takkan pernah mampu mencapai pemikiran Sang Pencipta.
Banyak hal yang Tuhan ingin ajarkan kepada kita melalui perumpamaan ini. Namun dalam hal memahami penderitaan Lazarus, ada satu hal yang bisa kita maknai. Lazarus mendapat kehormatan untuk membuka pintu kasih karunia bagi si orang kaya. Tuhan mau menunjukkan kasihNya kepada si orang kaya dengan memberinya kesempatan untuk bertobat dan mendapat keselamatan melalui perbuatan yang sesuai dengan Taurat. Kitab-kitab para nabi yang dipegang oleh orang Yahudi telah memiliki petunjuk keselamatan, janji akan berkat dan kutuk, di antaranya adalah kewajiban terhadap orang miskin.
Imamat 25:35 (TB)  "Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu.
Namun sayang, si orang kaya tidak merespon kesempatan yang diberikan Tuhan.
Hingga terlambat.

Di sini tampak perbedaan kualitas antara Lazarus dan si orang kaya. Lazarus dalam kemiskinan dan penderitaannya tidak kehilangan pengharapan dan tekad, ia ingin menghilangkan lapar dan tetap berharap bisa mendapat remah2 dari meja orang kaya tersebut sebagai wujud akan janji pemeliharaan Tuhan. Lazarus mungkin terlalu lemah untuk pindah ke tempat lain, sehingga dalam hati kecilnya Lazarus tampaknya mengerti pula hati Tuhan untuk mengizinkan dirinya menderita dan mendapat bantuan dari orang kaya tersebut agar orang kaya itu menunjukkan buah ketaatan. 

Seperti halnya yang diistilahkan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus bersedia menerima bantuan dari jemaat agar kebaikan jemaat tersebut dapat diperhitungkan sebagai suatu buah yang memperbesar keuntungan mereka (Filipi 4:17. Orang2 yang miskin dan menderita terkadang Tuhan tempatkan di sekeliling kita untuk kebaikan kita sendiri, memberi kita kesempatan untuk menunjukkan buah2 pertobatan dengan melakukan perbuatan baik. Pada waktu Tuhan Ia pun akan menjadikan semua indah pada waktunya bagi mereka yang menderita, meskipun itu tidak dinikmati di dalam dunia melainkan dalam kekekalan, yaitu bagi mereka yang senantiasa berharap dan percaya akan providensia Allah.


- IR, 10022019

Wednesday, January 9, 2019

Harta

Matius 6:21 (TB)  "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."

Harta bukanlah selalu berupa uang atau benda. Harta adalah sesuatu yang berharga. Sesuatu yang kita rawat dan lindungi. Sesuatu yang tanpanya kita akan merasa tiada, rentan, kehilangan makna.
Teori2 psikologi mengenai "attachment" dan "cathexis" pada dasarnya merujuk pada kelekatan dan penggunaan energi mental yang besar terhadap hal yang disebut "harta" ini. Respon mental seseorang terhadap kegagalan proses ini berupa cikal bakal terjadinya neurosis.
Firman Tuhan mengingatkan kita untuk melekatkan diri pada "harta" yang sejati, agar kita terhindar dari emosi negatif. Fokus cinta kepada kefanaan tak ayal akan menyimpan ancaman internal akan potensi suatu kehilangan. Fokus cinta pada yang kekal akan senantiasa mengalirkan damai sejahtera yang datang dari iman dan pengharapan akan sesuatu yang takkan binasa.
Rumah, jabatan, pekerjaan, suami, orangtua, anak, kecantikan, kesehatan, semua adalah kesementaraan, sementara pengenalan akan Allah dan ketaatan pada FirmanNya memiliki buah kekekalan.
Sebagai manusia aktualisasi diri merupakan hal yang sangat penting. Jika dilakukan dengan benar akan membentuk kepribadian yang matang, namun jika tidak, maka akan berbalik menyerang diri sendiri. Kebutuhan aktualisasi diri ini terkadang menjadi "harta" yang salah ketika telah dilakukan secara berlebihan dan tidak pada tempatnya. Firman Tuhan juga menegur ini sebagai suatu wujud dosa kesombongan yang tidak disukai Tuhan.
Amsal 8:13 (TB)  "Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat." 
Saat kita mengejar aktualisasi diri, kita bukan saja merugikan diri sendiri karena melekatkan diri pada kebanggaan yang fana, namun juga berdosa terhadap Tuhan, bahkan berlaku tidak taat pada ketetapan Kristus akan syarat menjadi muridNya, yaitu "menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti jejakNya" (bdk Matius 6:24)!
Aktualisasi diri selalu bersumber dari gambar diri dan konsep diri. Gambar diri dan konsep diri yang benar pasti akan menuntun pada aktualisasi diri yang benar. Sebagai ciptaan yang baru, gambar diri dan konsep diri kita telah diperbaharui seutuhnya, maka sikap aktualisasi diri yang akan muncul pastilah berupa buah Roh (bdk Galatia 5:22-23 kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri) dan bukanlah kebencian, kedengkian, kekuatiran, ketamakan, dan lain sebagainya yang adalah buah kedagingan.
Apabila perilaku kita mulai menampakkan  kedagingan, penting untuk menguji hati apakah kita sedang memelihara "harta" yang salah? Terlebih lagi apabila kita mulai merasa tertekan, kuatir dan sedih, periksa kembali hati kita ke "harta" yang mana kita sedang melekatkan hati kita? Dan segeralah kembalikan segala kemuliaan bagi Allah Bapa di Sorga.

Matius 6:19-20, 25, 27, 31-34 (TB)  
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
--------

I learned the hard way. The world is really not an easy place to learn and practice humility. So help me Lord.🙏