Wednesday, February 21, 2018
Shadow
Sunday, September 17, 2017
In His Ideal Image
Seyogyanyalah ego boundaries kita bersifat semi permeabel, untuk mengizinkan beberapa materi id lolos demi mempertahankan integritas diri yang alamiah, tentu saja di bawah pengawasan superego yang matur.
Keinginan akan suatu kesempurnaan hendaknya diletakkan pada kerinduan pada Sang Sempurna, karena dengan mendapat perkenananNyalah kita beroleh Mata Air Hikmat yang mampu menyempurnakan kita dalam ketidaksempurnaan kita. Ego ideal yang diletakkan dalam kesadaran tersebut akan mampu menghalau frustasi maupun konflik apapun yang menyerang ego. Izinkanlah diri kita untuk merasa inferior, terutamanya di bawah Tangan Tuhan Yang Kuat.
Think broadly, do humbly, feel grateful for His infinite providence.
Happy Sunday
#learntobehumble
Sunday, August 13, 2017
How to Live in Plurality
1 Korintus 9:19-23 (TB)
Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.
Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.
Menjadi seperti ---> Berarti tidak menghakimi mereka, tidak risih untuk duduk/bergaul dengan mereka, berusaha memahami mereka menurut pandangan Kristus
Siapa mereka?
1 Korintus 9:20-22 (TB)
1. menjadi seperti orang Yahudi
--> satu bangsa/warganegara; Paulus adalah seorang Yahudi, tapi ia tidak menganggap lagi silsilah kebangsaan dan hak kewarganegaraannya di dunia tersebut sebagai hal yang berarti, Paulus telah menjadi warga Kerajaan Sorga
2. menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat
--> satu pandangan; Paulus menghafal dan menjalankan hukum Taurat lebih dari siapapun, tapi ia tidak lagi mengelompokkan dirinya sebagai orang yang hidup di bawah hukum Taurat
3. menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat
--> sesama manusia yang memiliki pandangan lain; Paulus memandang semua manusia adalah sama naturnya dengan dirinya, sama2 berdosa dan kehilangan kemuliaan sebagai ciptaan Allah yang paling mulia, tapi ia yakin bahwa ia tidak lagi termasuk dalam golongan orang yang dimurkai Tuhan oleh karena kuasa darah Kristus
4. menjadi seperti orang yang lemah
--> sesama pengikut Kristus; Paulus mengidentifikasi kelemahan dalam diri semua pengikut Kristus, karena roh memang penurut tapi daging lemah, namun Paulus tidak lagi menjadi orang yang lemah karena ia memahami bahwa di dalam kelemahanlah Kuasa Kristus menjadi nyata dan ia menjadi kuat di dalamnya.
Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka --> Paulus mengidentifikasikan dirinya dengan berbagai jenis kelompok manusia, ia bisa menerima keragaman itu dan bersedia hidup di tengah2 mereka.
Bagaimana caranya?
1 Korintus 9:20-21 (TB)
"aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, ... karena aku hidup di bawah hukum Kristus"
Paulus berbeda meski ia mau "menjadi seperti". Ia tidak berdosa meski berada di tengah2 kaum berdosa.
Mengapa?
Karena ia hidup di bawah hukum Kristus.
Dan hukum Kristus adalah:
Matius 22:37-40 (TB) Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Apa tujuan hidup Paulus di tengah2 pluralitas dunia?
1 Korintus 9:22-23 (TB)
supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. ... Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.
Fokus hidup Paulus jelas, segala sesuatu dilakukan demi kemuliaan nama Tuhan. Pekabaran injil tidak bertujuan untuk menyeragamkan orang (conformity) tapi memperbaharui orang (reformity) dalam segala keragamannya (plurality).
#personalSundayReflection
#toGodbetheGlory

