Sunday, September 27, 2015

Imamat yang Rajani

Imamat 21:21 (TB) Setiap orang dari keturunan imam Harun, yang bercacat badannya, janganlah datang untuk mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN; karena badannya bercacat janganlah ia datang dekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya.

Allah menuntut kesempurnaan. Kita semua yg cacat oleh dosa dan telah dibenarkan oleh darahNya, hendaknya hidup menurut kodrat sejati kita yaitu orang2 yg disebut 'milikNya'.

1 Petrus 2:9-10 (TB) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Mari hari ini juga kita berlomba2 dalam mengerjakan karya keselamatan yang telah disempurnakan Kristus dalam diri kita supaya kita layak mempersembahkan korban yang harum bagi Allah.

Saturday, August 29, 2015

Hidup Anak Tuhan

Hidup anak-anak Tuhan bukan hanya sekedar lahir ke dunia, menjalani hari demi hari, kemudian mati dan selesai. Allah menciptakan manusia sedemikian sempurna untuk menjadi milik-Nya, hidup di hadapan-Nya. Ketika kita jatuh di dalam dosa kita kehilangan jati diri kita. Sepanjang sejarah kita mencatat pencarian umat manusia terhadap jati diri "kemanusiaan" kita: dari mana kita datang dan kemana kita akan pergi? Namun orang-orang yang mencari jawabannya di luar Tuhan, takkan pernah menemukannya. Akibatnya hidup bagi mereka hanya sekedar rutinitas saja. Tanpa makna, tanpa tujuan.

Namun orang yang telah ditebus oleh darah Kristus, telah dilepaskan dari kekacauan dosa. Hidup kita kembali terorganisir. Kita tahu dari mana kita datang dan kemana kita akan pergi, sehingga hari-hari hidup kita memiliki arti.

Raja Daud merumuskan pedoman organisasi hidup seorang yang hidup bersama Tuhan dalam sebuah mazmur yang indah:

Mazmur 84:2, 5-7 (TB) (84-3) Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. (84-6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! (84-7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. (84-8) Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

Visi (ay. 3): Merindukan pelataran Tuhan
Misi (ay.6): Mengadakan ziarah
Motivasi (ay.6): Kekuatan di dalam Tuhan
Indikator (ay.7-8):
1. Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air
2. Hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat
3. Mereka berjalan makin lama makin kuat

Saturday, December 20, 2014

Damai Yang Sejati

"Kristus datang ke dunia nyata, ke kota di mana tak ada tempat bagi-Nya, dan ke negeri di mana Herodes, pembunuh orang-orang tak berdosa, menjadi raja. Dia datang kepada kita, bukan untuk melindungi kita dari kekejaman dunia, melainkan untuk memberikan kepada kita keberanian dan kekuatan untuk menanggungnya. Bukan untuk, dengan ajaib, merenggut kita dari konflik kehidupan sehari-hari, melainkan untuk memberi kita rasa damai -- damai-Nya -- di dalam hati kita. Dengan demikian, kita dapat tetap tenang dan tabah pada saat konflik sedang merajalela, dan kita dapat membawa kesembuhan, yaitu kedamaian, bagi dunia yang tercabik." 

Ketika Maria dan Yusuf menyerahkan bayi Yesus kepada Tuhan, Simeon berkata kepada mereka: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan --, dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri --, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang" (Lukas 2:34,35). 

Natal bukan dimaksudkan untuk menjauhkan kita dari kenyataan hidup, melainkan untuk masuk ke dalamnya bersama Sang Raja Damai --DCM (RH)