Wednesday, April 10, 2019

Spiritualitas Kristen

Matius 25:40-43 (TB)  Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

Sangatlah mudah sebenarnya untuk mengukur tingkat spiritualitas kita. Sebagian besar orang yang mengaku relijius atau orang dermawan akan mengatakan "Saya sudah membantu orang miskin, orang yang membutuhkan, bahkan di saat saya pun sedang berkekurangan." Ada yang melakukannya karena kewajiban agama, ada pula yang demi mengekspresikan syukur kepada Allah. Oke, anda baik dan saleh. Tentu Tuhan takkan menutup mata terhadap perbuatan baik anda. Tuhan yang Maha Adil tentu akan memberikan ganjaran yang setimpal dengan perbuatan kita.
Tapi tunggu dulu, apakah berdiakonia atau bersedekah atau membantu teman/kenalan yang membutuhkan telah membuktikan kedalaman spiritualitas? Dalam Firman Tuhan, tingkat spiritualitas tertinggi adalah "kasih Agape". Mayoritas perbuatan baik belum mencerminkan AGAPE, namun hanya di tingkat FILIA. Kita kebanyakan melakukan kebaikan atas dasar KASIHAN dan bukan KASIH. Semua jenis kasih di bawah kasih Agape mengandung makna subyektif, perbuatan baik yang kita lakukan pasti mengandung manfaat bagi diri kita sendiri. Entah itu suatu rasa puas karena telah mampu membantu orang lain yang membutuhkan bantuan, atau bahkan rasa bangga saat menerima ucapan terima kasih. Maaf, jika demikian halnya, maka perbuatan baik anda belum di tingkat spiritualitas yang Tuhan Yesus harapkan.
Kematian Kristus membuktikan suatu kasih dalam suatu perbuatan baik yang diekspresikan kepada manusia yang TIDAK SADAR BAHWA MEREKA (KITA) BUTUH BANTUAN, dan lebih daripada itu, setelah mereka dikasihi MEREKA (KITA) TIDAK BERTERIMAKASIH. Sederhananya, demikianlah suatu kasih yang sejati, tingkat spiritualitas tertinggi.
Sebagai psikiater, saya memandang cukup mudah untuk menguji di mana tingkat spiritualitas kita. Orang-orang di sekeliling kita saat ini yang memenuhi dua syarat tadi adalah "para penderita psikotik". Mereka kehilangan kemampuan untuk memahami konsep bantuan dan mereka jarang mampu mengekspresikan terimakasih.
Saat anda melihat "orang gila" (ODGJ berat) berkeliaran setengah telanjang di jalanan, tak terurus, kehilangan arah dan pemahaman diri, apa yang tercetus dalam pikiran dan emosi anda? Apa anda peduli, atau berpaling, atau tertawa, atau jijik, atau ketakutan? 
Bagaimana anda cukup peduli terhadap masalah gangguan mental, sedikit banyak akan dapat mengusik barometer spiritualitas anda. 
Mengekspresikan kasih kepada orang-orang yang tidak mampu mengasihi anda adalah tanda spiritualitas yang sehat dan bertumbuh.

-- IR, 2019

No comments: